Cikoang Berpeluang Jadi Pusat Maritim Takalar, Unhas Siapkan Konsep Industri hingga Riset

Peringatan HUT ke-22 Provinsi Sulawesi Barat

NusantaraPress.Com– Takalar– Potensi pesisir Cikoang, Kabupaten Takalar, mulai dilirik sebagai kawasan strategis pengembangan maritim terintegrasi. Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., menyambut langsung penjajakan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang membuka peluang pengembangan kawasan tersebut menjadi pusat industri perkapalan, riset, pendidikan, hingga penguatan ekonomi produktif masyarakat.

Penjajakan ini menjadi langkah awal untuk mendorong potensi wilayah pesisir Takalar agar tidak hanya bertumpu pada sektor perikanan, tetapi juga berkembang melalui industri kemaritiman berbasis teknologi dan inovasi.

Bupati Takalar mendampingi Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama jajaran sivitas akademika Unhas saat melakukan kunjungan ke Cikoang, Minggu (27/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak menjajaki peluang menjadikan Cikoang sebagai calon kawasan pengembangan maritim terintegrasi yang menghubungkan sektor industri, pendidikan, penelitian, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menjelaskan bahwa konsep pengembangan kawasan tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan galangan kapal modern, tetapi juga pengembangan teknologi kapal berbahan fiber.

Menurutnya, kawasan ini berpotensi dikembangkan sebagai ekosistem produktif yang mengintegrasikan berbagai bidang, mulai dari teknik perkapalan, pengembangan tambak, pengolahan garam, pertanian, hingga peternakan.

“Di sini bukan hanya kita membangun galangan kapal yang modern, tetapi juga memperkuat pengembangan kapal-kapal fiber. Ini akan diintegrasikan dengan berbagai bidang keilmuan, termasuk pengembangan tambak, pengolahan garam, pertanian, dan peternakan,” ujar Prof. Jamaluddin.

Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, penjajakan tersebut membuka peluang untuk mengoptimalkan potensi Cikoang melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra strategis.

Dukungan Bupati Daeng Manye terhadap rencana tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan wilayah berbasis potensi lokal, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di kawasan pesisir.

“Kerja sama ini akan kita dorong bersama. Pemerintah Kabupaten Takalar memiliki komitmen untuk mendukung penuh rencana pengembangan ini,” kata Daeng Manye.

Cikoang Berpeluang Jadi Laboratorium Maritim

Salah satu konsep yang ditawarkan Unhas adalah menjadikan kawasan Cikoang sebagai living laboratory atau laboratorium hidup. Melalui konsep ini, kawasan tersebut dapat menjadi tempat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung, sekaligus ruang bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi untuk mengembangkan inovasi sesuai karakteristik wilayah pesisir.

Bidang teknik perkapalan, misalnya, dapat mengembangkan kegiatan riset dan rekayasa teknologi kapal. Pada saat yang sama, bidang ilmu lainnya dapat berkolaborasi dalam pengembangan sektor produktif yang mendukung perekonomian masyarakat.

Konsep tersebut membuka peluang agar pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, transfer teknologi, dan penguatan usaha masyarakat.

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Unhas berencana membuka kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis, termasuk PT PAL, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Pemerintah Kabupaten Takalar.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat aspek penelitian, teknologi, pengembangan industri, dan pemanfaatan potensi kawasan.

Daeng Manye Dorong Potensi Pesisir Jadi Kekuatan Ekonomi

Cikoang dipertimbangkan sebagai calon lokasi pengembangan karena karakteristik geografisnya yang mendukung aktivitas berbasis kemaritiman.

Jika hasil kajian menunjukkan kelayakan dan rencana tersebut dapat direalisasikan, pengembangan kawasan ini berpotensi membuka peluang baru bagi Takalar, mulai dari tumbuhnya industri perkapalan, penguatan riset dan pendidikan, hingga berkembangnya usaha produktif yang berkaitan dengan sumber daya pesisir.

Bagi masyarakat, integrasi sektor kemaritiman dengan pertanian, tambak, pengolahan garam, dan peternakan juga membuka ruang bagi pengembangan kegiatan ekonomi yang saling mendukung.

Meski demikian, rencana tersebut masih berada pada tahap penjajakan. Unhas bersama Pemerintah Kabupaten Takalar selanjutnya akan mengkaji aspek teknis, potensi kawasan, serta model kerja sama yang memungkinkan untuk dikembangkan.

Hasil kajian itu akan menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan Cikoang sebagai kawasan pendidikan, penelitian, inovasi, dan aktivitas produktif berbasis kemaritiman.

Penjajakan ini menjadi peluang bagi Bupati Takalar Daeng Manye untuk mendorong potensi wilayah pesisir masuk ke dalam agenda pengembangan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan harapan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.