Sumur Bor dan Dukungan Pendidikan, Bukti PT Letawa Peduli Kebutuhan Warga Desa Lariang di Tengah Musim Kering

Peringatan HUT ke-22 Provinsi Sulawesi Barat

PASANGKAYU, Nusantarapress.com — Ancaman kekeringan yang menurunkan ketersediaan air bersih mendorong PT Letawa turun tangan membantu masyarakat Desa Lariang, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Perusahaan menyediakan sumur bor guna menjamin ketersediaan air warga di tengah musim kemarau dan dampak fenomena El Nino.

Bantuan sumur bor ini diharapkan memberikan akses air yang lebih memadai bagi warga, di saat cuaca kering berpotensi mengurangi pasokan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya di bidang lingkungan, PT Letawa juga hadir mendukung sektor pendidikan melalui pemberian insentif honor bagi guru serta beasiswa prestasi bagi siswa di wilayah tersebut.

Kepala Sekolah SD Kalukumbeo, Fendi Eko, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian perusahaan. Menurutnya, bantuan ini memberi manfaat langsung sekaligus memperkuat tatanan pendidikan di lingkungannya.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi tanggung jawab sosial PT Letawa. Selain sumur, kami juga menerima bantuan insentif honor guru dan beasiswa prestasi,” ujar Fendi.

Ia menambahkan, keberadaan sumur bor menjadi penopang penting warga, terutama saat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Sementara itu, warga sekaligus Guru Honor SD Kalukumbeo, Gesa Prawira, menyebutkan insentif tersebut sangat membantu para pendidik yang belum terdaftar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kami sangat terbantu dengan adanya insentif honor ini. Bantuan sumur juga sangat bermanfaat bagi masyarakat, apalagi saat ini sedang menghadapi dampak El Nino,” ungkap Gesa.

Perwakilan Manajemen PT Letawa, Rendy H. Prabowo, menjelaskan bahwa penyediaan sumur bor adalah wujud kepedulian perusahaan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar warga di sekitar wilayah operasionalnya.

“PT Letawa berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Bantuan sumur bor ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan air, khususnya di tengah musim kemarau, serta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” tegas Rendy.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan di bidang pendidikan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia setempat.

“Kami berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat bermanfaat nyata bagi masyarakat. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan warga untuk memahami kebutuhan prioritas yang dapat kami dukung sesuai kemampuan perusahaan,” tambahnya.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat Desa Lariang dapat lebih tenang menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau, sekaligus memperoleh dorongan semangat untuk memajukan pendidikan di wilayahnya.