Nusantarapress.Com – Takalar – Sulsel — Semarak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Takalar bakal semakin meriah. Pemerintah Kabupaten Takalar akan menggelar Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar selama tiga hari, pada 22–24 Oktober 2026, di Lapangan Kantor Bupati Takalar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nilal Fauziah, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan memeriahkan festival yang digagas oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M.
Ajakan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang dirancang sebagai ruang kebersamaan, syiar keagamaan, kreativitas, sekaligus pengembangan potensi para santri di Kabupaten Takalar.
Berawal dari Silaturahmi Bupati dengan Pondok Pesantren
Lahirnya gagasan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar tidak terlepas dari interaksi dan silaturahmi Bupati Daeng Manye dengan sejumlah pondok pesantren di daerah tersebut.
Dalam beberapa kesempatan, Bupati Daeng Manye pernah mendapat undangan dari sejumlah pondok pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Mahyatul Qurra di Lassang, Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah, dan Pondok Pesantren As-Syafaa.
Silaturahmi tersebut menjadi salah satu inspirasi untuk menghadirkan kegiatan yang mampu mempertemukan pondok pesantren dan para santri dalam panggung kebersamaan yang lebih luas.
Dari gagasan tersebut, Festival Pondok Pesantren dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai wadah bagi pesantren untuk memperkenalkan potensi, karya, kreativitas, serta kontribusi para santri kepada masyarakat.
Melalui festival ini, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat hubungan dengan dunia pesantren sekaligus memberikan ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi mereka.
Kadinkes Ajak Masyarakat Ikut Meramaikan
Dr. Nilal Fauziah mengajak masyarakat Takalar untuk menjadikan festival ini sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus memberikan dukungan kepada generasi muda yang tumbuh melalui pendidikan pesantren.
Festival Pondok Pesantren tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan pesantren, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat luas untuk mengenal lebih dekat kehidupan, karya, dan kreativitas para santri.
Masyarakat diharapkan hadir bersama keluarga, sahabat, dan kerabat untuk menyaksikan rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari di Lapangan Kantor Bupati Takalar.
“Ayo datang dan meriahkan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar! Mari kita bersama-sama menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026 dan memberikan dukungan kepada para santri untuk menampilkan kreativitas, bakat, serta potensi terbaik mereka,” demikian ajakan yang dirumuskan untuk menyambut kegiatan tersebut.
Lima Agenda Utama Siap Semarakkan Festival
Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar akan menghadirkan lima rangkaian kegiatan utama, yaitu Apel Santri, Pawai Santri, Pameran, Pagelaran Seni, dan Seminar.
Apel Santri menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan semangat para santri. Pawai Santri akan menghadirkan syiar serta semangat pesantren di ruang publik.
Sementara itu, Pameran menjadi wadah untuk memperkenalkan karya dan potensi pondok pesantren. Pagelaran Seni memberikan ruang bagi santri untuk menampilkan bakat dan kreativitas, sedangkan Seminar menjadi kesempatan untuk bertukar gagasan dan memperluas wawasan.
Kelima agenda tersebut diharapkan menjadikan festival sebagai ruang edukasi, kreativitas, silaturahmi, dan pengembangan potensi generasi muda.
Semarak Hari Santri, Menguatkan Generasi Menuju Indonesia Emas
Festival ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober. Pada tahun 2026, peringatan tersebut mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam membangun bangsa melalui ilmu pengetahuan, akhlak, karakter, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Festival Pondok Pesantren diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dunia pendidikan, pondok pesantren, dan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan ini juga disebut sebagai Festival Pondok Pesantren pertama yang dilaksanakan di Sulawesi Selatan. Klaim tersebut perlu dipastikan melalui konfirmasi panitia atau pemerintah daerah agar informasi yang dipublikasikan tetap akurat.
Catat tanggalnya: 22–24 Oktober 2026.
Lapangan Kantor Bupati Takalar akan menjadi pusat kegiatan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar. Masyarakat diajak hadir, menyaksikan berbagai rangkaian acara, dan bersama-sama menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026.
Terbuka untuk Umun!.. Ayo datang dan ramaikan Festival Pondok Pesantren! Dari Takalar, santri menguatkan negeri menuju Indonesia Emas.
Hasyim
