Dorong UMKM Go Global, Daeng Manye Gaet Widjaya Jadi LO Pasarkan Lawi-lawi Ke China

Nusantarapress.Com- TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperkuat langkah menuju pasar internasional dengan menggelar rapat penunjukan Liaison Officer (LO) kerja sama Takalar-China, Selasa (1/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman No 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Rapat dimulai sekitar pukul 09.10 WITA dan diikuti oleh sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para camat turut diundang dalam kegiatan tersebut guna menyimak pemaparan terkait penguatan kerja sama investasi dan perdagangan internasional.

Dalam pantauan kegiatan, Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat, Rusli, turut hadir meski datang menyusul sekitar pukul 09.49 WITA setelah rapat berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Takalar, Nilal Fauzia, terpantau tidak hadir dalam kegiatan tersebut.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, hadir langsung memimpin kegiatan tersebut.

Ia didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Muhammad Hasbi, dalam rapat strategis tersebut.

Dalam kesempatan itu, Daeng Manye menekankan pentingnya membuka pola pikir seluruh perangkat daerah dalam menghadapi peluang kerja sama global.

“Dengan membuka pikiran kita sehingga nanti ada PR, UMKM ada PR, perikanan ada PR, pertanian ada PR, perdagangan ada PR untuk berkolaborasi dan berdiskusi,” ujar Daeng Manye.

Ia juga menyoroti potensi lokal Takalar yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal untuk pasar ekspor.

Salah satu contoh yang diangkat adalah komoditas lawi-lawi atau anggur laut yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, potensi tersebut belum dikenal luas karena minimnya promosi dan pengolahan yang modern.

“Selama ini masyarakat konsumsi secara tradisional, padahal kalau diolah dan dipasarkan ke China, kebutuhannya sangat besar,” jelasnya.

Selain itu, Daeng Manye juga menyinggung potensi komoditas lain seperti cakar ayam yang memiliki nilai jual tinggi di pasar China.

Ia mengungkapkan bahwa permintaan pasar luar negeri terhadap produk-produk tertentu sangat besar, namun belum mampu dipenuhi oleh daerah.

Tidak hanya itu, komoditas kelapa juga disebut memiliki ratusan turunan produk yang berpotensi menembus pasar internasional.

Daeng Manye menegaskan pentingnya menghadirkan sektor unggulan atau leading sector yang dikelola secara serius, khususnya dalam pengembangan UMKM.

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar resmi menunjuk Jenny Widjaya sebagai Liaison Officer (LO) kerja sama Takalar-China.

Penunjukan ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Pemkab Takalar dengan mitra dari China.

Dalam keterangannya, Jenny Widjaya menyampaikan komitmennya untuk langsung turun ke lapangan membina UMKM.

“Langkah pertama saya harus melihat langsung dan membina UMKM agar produknya lebih berkualitas dari segi higienis, kebersihan, dan packaging,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana kunjungan ke China dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya membuka akses pasar.

“Pada tanggal sembilan ini kita akan bersama-sama ke China. Ini momen penting untuk menghubungkan Takalar dengan calon investor maupun buyer,” katanya.

Jenny optimistis potensi hasil laut Takalar yang melimpah dapat diserap oleh pasar ekspor.

Ia juga berkomitmen memperkenalkan potensi Takalar kepada investor dan pelaku usaha di China melalui skema business to business (B2B).

Menurutnya, kunjungan langsung ke lapangan menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan menjadi kerja sama konkret.

Jenny berharap kehadirannya dapat membawa perubahan signifikan bagi pengembangan ekonomi daerah.
Ia juga menyatakan keyakinannya terhadap visi Bupati Takalar dalam memajukan daerah.

(Hsm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*