
NUSANTARAPRESS.COM, TAKALAR – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait meluasnya kekeringan sumur permukiman, DPRD Kabupaten Takalar bersama Pemerintah Kecamatan Polongbangkeng Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi operasional dua perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK), yakni Club dan JS, di Desa Lassang Barat, Senin (2/11/2026).
Sidak tersebut dilakukan menyusul keluhan warga mengenai menurunnya debit air sumur yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat menduga aktivitas pengambilan air tanah menggunakan sumur bor berkedalaman tinggi atau deep well oleh kedua perusahaan turut memengaruhi ketersediaan air di lingkungan permukiman.
Kunjungan lapangan dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Takalar, H. Muhammad Rijal, bersama jajaran anggota Komisi II DPRD Takalar dan didampingi Camat Polongbangkeng Utara, Aji Sangaji.
Rombongan mendatangi fasilitas operasional perusahaan Club dan JS untuk melihat langsung aktivitas pengambilan air tanah sekaligus meminta penjelasan mengenai teknis operasional dan kemungkinan dampaknya terhadap ketersediaan air bagi masyarakat sekitar.
Dalam kunjungan tersebut, DPRD menaruh perhatian pada keluhan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Persoalan ini dinilai perlu mendapat penanganan serius melalui komunikasi dan koordinasi antara perusahaan, pemerintah, serta masyarakat terdampak.
Perusahaan Siapkan Musyawarah Bersama Warga
Merespons kedatangan DPRD dan pemerintah kecamatan, pihak manajemen perusahaan menyampaikan komitmennya untuk membuka ruang dialog formal bersama masyarakat terdampak.
Salah satu perwakilan manajemen perusahaan menyebutkan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah menggelar musyawarah bersama warga, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat di kantor desa guna mencari solusi atas persoalan tersebut.
“Besok, pihak perusahaan akan melakukan langkah dengan mengadakan musyawarah di balai kantor desa bersama beberapa tokoh masyarakat dan pemerintah setempat untuk mencari solusi terkait kejadian ini,” ujar perwakilan manajer perusahaan saat ditemui di lokasi sidak.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi bagi seluruh pihak untuk menyampaikan persoalan dan mencari jalan keluar secara terbuka. Kesepakatan yang dihasilkan juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan kepentingan pihak perusahaan.
Warga Minta Pengawasan dan Tindak Lanjut Nyata
Di sisi lain, masyarakat Desa Lassang Barat berharap langkah DPRD Takalar tidak berhenti pada peninjauan lapangan semata. Warga menginginkan adanya pengawasan dan tindak lanjut konkret hingga persoalan kekurangan air bersih benar-benar mendapatkan penyelesaian.
Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, sehingga penanganannya perlu menjadi perhatian bersama. Warga berharap pemerintah daerah dan DPRD terus mengawal persoalan tersebut serta memastikan komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat dapat direalisasikan.
Melalui sidak dan rencana musyawarah bersama, diharapkan persoalan kekeringan sumur di Desa Lassang Barat dapat ditangani secara serius, transparan, dan berkelanjutan, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjamin.

