Takalar, Nusantarapress.Com– Pemerintah Kabupaten Takalar kembali membuka pendaftaran program pemagangan kerja ke Jepang bekerja sama dengan PT SHIN Indonesia.
Program ini dikoordinir oleh Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Takalar dengan target 110 peserta, masing-masing satu orang per desa dan kelurahan.
Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Takalar, Zubair, mengatakan pendaftaran resmi kembali dibuka sejak awal pekan ini.
Hal itu disampaikan Zubair saat ditemui di Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Takalar, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (04/03/2026).
“Pagi ini, kami bersama seluruh jajaran kembali membuka pendaftaran pemagangan kerja ke Jepang yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Takalar bekerja sama dengan LPK PT SHIN Indonesia,” ujar Zubair.
Ia menjelaskan, program ini bertujuan mengirim putra-putri terbaik Takalar untuk bekerja dan magang di Jepang.
Menurutnya, Pemkab Takalar mengusung skema satu desa dan satu kelurahan satu orang peserta.
“Program ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Takalar dengan mengutus satu orang satu desa dan kelurahan,” jelasnya.
Setelah dinyatakan lolos seleksi awal, peserta akan mengikuti pelatihan di LPK PT SHIN Indonesia sebelum diberangkatkan ke Jepang.
Zubair berharap peserta yang terpilih mampu bekerja dengan baik dan membawa dampak positif bagi keluarga maupun daerah.
“Semoga anak-anak kita bisa berhasil, membawa devisa ke Takalar dan memajukan ekonomi kesejahteraan keluarganya serta ekonomi Kabupaten Takalar,” tuturnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Perekrutan PT SHIN Indonesia, Muhlis Basir, mengungkapkan pendaftaran telah dibuka sejak Senin lalu, (02/03/2026)
Namun hingga hari ketiga pendaftaran, jumlah pendaftar masih terbilang minim.
“Sampai hari ini, hari ketiga, baru tiga orang pendaftar,” ungkap Muhlis.
Padahal, target pemerintah sebanyak 110 orang, terdiri dari 86 desa dan 24 kelurahan di Kabupaten Takalar.
Meski demikian, pihak PT SHIN Indonesia menyatakan siap menampung lebih banyak peserta jika peminat meningkat.
“Kalau peminatnya banyak, kami bisa menampung sampai 220 orang,” katanya.
Muhlis juga menyebutkan bahwa program ini terbuka bagi tenaga kesehatan yang belum terakomodir, baik P3K paruh waktu maupun penuh waktu, untuk diberangkatkan bekerja di rumah sakit di Jepang.
Adapun persyaratan umum pendaftaran yakni usia minimal 18 tahun hingga maksimal 30 tahun.
Selain itu, peserta harus memiliki tinggi dan berat badan yang proporsional sesuai ketentuan.
Rencana seleksi atau tes akan dilaksanakan satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri, dengan mempertimbangkan kondisi bulan Ramadan.
“Kami fleksibel untuk pendaftaran dan tesnya nanti karena ini bulan puasa,” ujarnya.
Tahapan seleksi meliputi tes akademik tertulis sebanyak 20 hingga 30 soal dengan durasi pengerjaan sangat singkat, yakni dua hingga tiga menit.
Tes tersebut bertujuan menguji kecepatan dan ketepatan peserta dalam menjawab soal.
Selain itu, peserta wajib mengikuti tes buta warna sebagai bagian penting dari pemeriksaan kesehatan awal.
Wawancara juga dilakukan untuk menggali kepribadian serta motivasi peserta bekerja di Jepang.
Setelah kuota terpenuhi dan dinyatakan lulus seleksi awal, peserta akan menjalani Medical Check-Up (MCU) menyeluruh.
MCU dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular seperti TBC atau Hepatitis yang berisiko menular di lingkungan asrama maupun tempat kerja.
Peserta yang lolos MCU akan mengikuti masa orientasi selama tiga hari sebelum memasuki tahap pendidikan intensif.
Pelatihan berlangsung selama empat bulan atau setara 480 jam pelajaran.
Kegiatan dimulai sejak pukul 04.30 subuh dengan rangkaian aktivitas seperti salat Subuh, pembersihan lingkungan, olahraga, makan, hingga kelas pembelajaran sampai sore hari.
Selama masa pendidikan, peserta akan dipantau secara ketat dengan sistem kompetisi.
Peserta dengan kemampuan bahasa yang baik, disiplin tinggi, dan tanpa pelanggaran akan diprioritaskan mengikuti wawancara langsung dengan perusahaan dari Jepang.
Salah satu pendaftar, Muhammad Taufik, warga Kelurahan Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, mengaku mengikuti program tersebut atas dorongan orang tuanya.
“Saya mendaftar karena disuruh ayah,” singkatnya.
Program ini diharapkan menjadi peluang besar bagi generasi muda Takalar untuk meningkatkan keterampilan, pengalaman kerja internasional, serta kesejahteraan keluarga.
(kawang)

Leave a Reply