Aksi Nyata DPC SEPERNAS Takalar Salurkan Bantuan Warga Tidak Mampu

Nusantarapress.Com-
TAKALAR– Suasana siang itu terasa berbeda di sebuah sudut Kabupaten Takalar. Di tengah hangatnya bulan suci Ramadan, sekelompok insan pers menunjukkan bahwa kepedulian tak hanya hadir lewat tulisan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh hati.

Serikat Pers Reformasi Nasional (SEPERNAS) DPC Takalar menggelar kegiatan berbagi berkah Ramadan dengan menyalurkan paket sembako kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Bantuan tersebut diberikan kepada para janda yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Kegiatan berlangsung di Sekretariat DPC SEPERNAS Takalar yang beralamat di Jalan Ranggong Daeng Romo, No 51, Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Kamis siang, 19 Maret 2026.

Meski sederhana, suasana penyerahan bantuan itu dipenuhi rasa hangat dan keikhlasan. Tak ada kemewahan, hanya ketulusan yang mengalir dari hati para pengurus kepada penerima bantuan.

Dua sosok perempuan tangguh, yakni Ibu Daeng Mo’me dan Daeng Ngagi, menjadi penerima paket sembako tersebut. Mereka adalah potret nyata dari masyarakat yang selama ini bertahan dalam sunyi, jauh dari jangkauan bantuan.

Ketua DPC SEPERNAS Takalar, Abd Azis Daeng Kawang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil gotong royong para pengurus. Tidak ada sponsor besar, hanya kepedulian yang dikumpulkan sedikit demi sedikit.

“Ini hasil patungan teman-teman pengurus SEPERNAS Takalar,” ungkap Daeng Kawang dengan nada rendah hati.

Ia menuturkan, sejak awal Ramadan, para pengurus telah berinisiatif mengumpulkan donasi. Niat itu tumbuh dari kesadaran bahwa masih banyak warga yang luput dari perhatian.

“Teman-teman berinisiasi sejak awal Ramadan untuk mengumpulkan donasi yang kemudian kami salurkan di akhir bulan ini,” lanjutnya.

Bagi Daeng Kawang, bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa, tetapi maknanya jauh lebih besar bagi mereka yang menerima.

Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan penuh pertimbangan. Tujuannya jelas, agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Jadi kami sudah rapatkan bersama teman-teman pengurus. Yang diberikan ini adalah janda atau warga terdekat yang betul-betul membutuhkan dan tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah,” jelasnya.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Di balik kehidupan masyarakat, masih ada cerita-cerita sunyi yang jarang terdengar, tentang mereka yang bertahan tanpa perhatian.

Salah satunya adalah Daeng Mo’me. Dengan pakaian kuning lusuh yang dikenakannya, ia datang dengan langkah pelan, membawa harapan yang mungkin sudah lama dipendam.

Saat menerima bantuan, matanya berkaca-kaca. Tangannya gemetar, seolah tak percaya bahwa hari itu ia benar-benar mendapat perhatian.

“Selama ini saya baru menerima uluran tangan, bahkan bantuan pemerintah tidak pernah ada,” ungkap Daeng Mo’me sambil mengusap air matanya.

Kalimat sederhana itu seketika membuat suasana menjadi hening. Ada kesedihan yang terpendam, tetapi juga kebahagiaan yang akhirnya menemukan jalannya.

Bagi Daeng Mo’me, paket sembako itu bukan sekadar bantuan materi. Ia adalah simbol bahwa masih ada yang peduli, masih ada yang melihat keberadaannya.

Sementara itu, Daeng Ngagi juga merasakan hal serupa. Meski tak banyak berkata, wajahnya memancarkan rasa syukur yang dalam.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi dan merasakan penderitaan sesama.

Apa yang dilakukan oleh SEPERNAS Takalar membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil. Dari kepedulian sederhana yang dilakukan bersama.

Di tengah berbagai program besar yang sering digaungkan, aksi seperti ini justru menjadi jawaban nyata bagi mereka yang selama ini terpinggirkan.

Hari itu, di sebuah sekretariat sederhana di Takalar, harapan kembali tumbuh. Air mata yang jatuh bukan lagi hanya tentang kesedihan, tetapi juga tentang rasa syukur.

Ramadan kembali mengajarkan bahwa kebaikan, sekecil apa pun, akan selalu menemukan jalannya untuk menyentuh hati manusia.(red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*