MAMUJU, Nusantarapress.com – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), secara langsung menghadiri Musyawarah Turun Sawah atau yang dikenal secara lokal sebagai Malimbo 2026 di Lingkungan Pure, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Senin (10/8/2026). Rangkaian kegiatan ini ditandai dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bibit unggul, serta peresmian jaringan irigasi persawahan yang merupakan wujud nyata kerja sama lintas lembaga.
Bantuan dan pembangunan infrastruktur pertanian ini terealisasi berkat kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Sulbar dengan dukungan aspirasi Anggota DPR RI Komisi IV Dapil Sulbar, Zulfikar Suhardi, yang secara khusus membidangi pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Dalam arahannya, Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa dukungan ini merupakan amanat pelaksanaan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, serta selaras dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketahanan Pangan. Ketentuan tersebut mewajibkan pemerintah pusat dan daerah untuk bersinergi menyediakan sarana prasarana, alat produksi, serta dukungan teknis guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Ini adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dengan anggota DPR RI. Hari ini kita saksikan bersama penyerahan bantuan yang bersumber dari aspirasi Anggota DPR RI Komisi IV, Zulfikar Suhardi, untuk disalurkan langsung kepada para petani,” tegas Gubernur SDK.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa melimpahnya dukungan pembangunan pertanian yang diterima Sulbar merupakan anugerah sekaligus tanggung jawab bersama. “Kita menyadari ini adalah berkah bagi Sulawesi Barat. Kini yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak, khususnya petani, dapat memanfaatkannya secara optimal agar manfaatnya terasa nyata dalam meningkatkan hasil panen dan taraf hidup,” tambahnya.
Gubernur menaruh harapan besar agar bantuan alsintan, bibit unggul, pupuk, serta berfungsinya irigasi baru dapat mendorong efisiensi kerja tani, menjamin ketersediaan air sepanjang musim tanam, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, peresmian irigasi persawahan dalam rangkaian Malimbo 2026 ini diharapkan mengakhiri kendala keterbatasan air yang kerap dirasakan petani setempat, sehingga pengelolaan lahan pertanian dapat berjalan lebih teratur dan produktif.
Kegiatan Malimbo 2026 ini pun menjadi bukti penguatan sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Sulawesi Barat.
