Satgaswil Densus 88 AT Sulbar Sosialisasikan Bahaya Paham IRET dan NVE di SMPN 1 Mamuju

MAMUJU, Nusantarapress.com – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat Terus melakukan sosialisasi terkait pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET) serta bahaya Nihilistic Violent Extremism (NVE). kali ini Satgaswil bekerja sama dengan SMP Negeri 1 Mamuju yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai di lingkungan sekolah yang beralamat di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju. Rabu(22/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan melindungi generasi muda dari pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Tim pelaksana kegiatan dari Pers Cegah Satgaswil Sulbar terdiri dari Iptu Edi Surya, S.H., M.M, Ipda Benyamin Jecshon, S.H, Bripka Ismail Azis, serta Briptu Muh. Affany Aghny, S.H.

Nampak terlihat Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMPN 1 Mamuju, Abdul Gafur, S.Pd., M.M, didampingi tenaga pendidik serta diikuti oleh 272 siswa-siswi sekolah setempat.

Dalam sambutannya, Abdul Gafur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT yang telah meluangkan waktu berbagi pemahaman guna mengantisipasi paparan paham IRET maupun NVE di kalangan pelajar.

Sebagai pemateri, Tim Satgaswil Sulbar menjelaskan secara rinci karakteristik paham IRET beserta indikator awal penyebarannya, serta menguraikan bahaya Nihilistic Violent Extremism (NVE). Dijelaskan bahwa NVE merupakan bentuk ekstremisme kekerasan yang didorong penolakan terhadap nilai kemanusiaan, norma sosial, dan hukum, yang berpotensi mendorong seseorang melakukan tindakan kekerasan tanpa landasan ideologi yang jelas.

Mengingat penyebaran paham radikal saat ini kerap menyasar kalangan remaja melalui ruang digital, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai cara paham tersebut menyusup lewat permainan daring, media sosial, maupun pergaulan digital. Peserta pun diajak untuk membangun daya tangkal yang kuat, meningkatkan literasi digital, memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, sikap moderat, serta terbiasa bijak dalam menyaring setiap informasi yang diterima.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, doa bersama, penutupan, serta sesi dokumentasi foto bersama seluruh pihak yang hadir.

Laporan : Isbariyanto

Editor : EDISON S