Audiensi di Kediaman WMP, RHUKI Takalar Bahas Perombakan Pengurus dan Penguatan Bantuan Hukum

Dewan Pimpinan Daerah Rumah Hukum Indonesia (RHUKI) Kabupaten Takalar menggelar audiensi dan rapat internal organisasi di kediaman salah satu Dewan Penasehat RHUKI Takalar, Wahyudin Mapparenta (WMP), di Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/5/2026) sore.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Lokasi rumah WMP diketahui berada sekitar dua kilometer dari perbatasan tiga wilayah, yakni Kabupaten Takalar, Kabupaten Gowa, dan Kota Makassar.

Sejumlah kendaraan roda empat tampak terparkir di halaman rumah milik WMP saat para pengurus RHUKI Takalar mulai berdatangan.

Rombongan pengurus DPD RHUKI Kabupaten Takalar dipimpin langsung Ketua RHUKI Takalar Arifuddin Rajab.

Turut hadir Sekretaris RHUKI Takalar Abdul Qayyum, Ketua Bidang Hukum Muh Jufri, serta sejumlah pengurus lainnya.

Kedatangan para pengurus disambut hangat oleh Wahyudin Mapparenta selaku tuan rumah.

WMP bahkan menyalami satu per satu pengurus yang hadir sebelum agenda dimulai.

“Duduk-dudukki dulu, saya ke belakang dulu ganti Kostum ,” Singkat WMP.

Sekitar 15 menit kemudian, WMP kembali bergabung bersama peserta rapat.

Audiensi dan rapat internal kemudian resmi dimulai dan dipandu secara berurutan oleh Sekretaris RHUKI Takalar.

Dalam agenda tersebut, Ketua RHUKI Takalar Arifuddin Rajab membahas sejumlah hal penting terkait arah organisasi ke depan.

Salah satu poin yang menjadi pembahasan utama yakni perombakan struktur pengurus organisasi.

Selain itu, Arifuddin Rajab juga menekankan pentingnya mekanisme pengambilan keputusan dalam organisasi agar berjalan sesuai aturan dan kesepakatan bersama.

Menurutnya, solidaritas pengurus menjadi salah satu faktor penting dalam membangun lembaga bantuan hukum yang profesional dan dipercaya masyarakat.

Menanggapi pembahasan tersebut, Wahyudin Mapparenta memberikan sejumlah masukan dan nasehat kepada seluruh pengurus RHUKI Takalar.

WMP menegaskan bahwa sebuah lembaga tidak akan berkembang besar jika para anggotanya hanya bersikap pragmatis dan oportunis demi kepentingan pribadi.

Ia menilai ketekunan, kesabaran, dan komitmen bersama merupakan modal utama dalam membangun organisasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Lembaga akan besar kalau seluruh anggota memiliki kesabaran, ketekunan dan komitmen bersama, bukan karena kepentingan pribadi,” kata WMP dalam arahannya.

Selain itu, WMP juga menekankan pentingnya kualitas anggota dibanding sekadar jumlah anggota yang banyak.

Menurutnya, lebih baik memiliki sedikit anggota namun aktif, kompak, dan berdedikasi tinggi dibanding banyak anggota tetapi tidak memiliki kontribusi nyata terhadap organisasi.

Dalam kesempatan itu, WMP turut menjelaskan pentingnya penerapan fungsi bantuan atau assisting dan fungsi pengawasan atau controlling dalam menjalankan lembaga bantuan hukum.

Ia mengatakan fungsi bantuan harus hadir untuk membantu masyarakat miskin yang menghadapi persoalan hukum.

Tidak hanya itu, fungsi tersebut juga diharapkan mampu membangun simpati serta kemitraan yang baik dengan pemerintah desa maupun instansi terkait.

Sementara fungsi pengawasan, kata WMP, harus diterapkan secara tegas sebagai bentuk penyeimbang organisasi.

Fungsi controlling itu dinilai penting terhadap pihak-pihak yang yang dapat merugikan pihak tertentu.

WMP juga memberikan apresiasi terhadap solidaritas seluruh pengurus RHUKI Takalar yang hadir dalam rapat tersebut.

Ia menilai kehadiran dan sumbangsih pemikiran seluruh anggota merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan organisasi.

Menurutnya, kepedulian para pengurus yang hadir tanpa mengharapkan bayaran menjadi bukti bahwa RHUKI Takalar memiliki semangat kebersamaan yang kuat.

Di akhir audiensi, WMP turut menyarankan agar RHUKI Takalar segera memiliki sekretariat tetap.

Keberadaan sekretariat dinilai penting sebagai tempat berhimpun dan pusat koordinasi dalam menjalankan roda organisasi ke depan.

Dengan adanya sekretariat, aktivitas organisasi diharapkan dapat berjalan lebih maksimal dan terarah.

Audiensi tersebut kemudian ditutup dengan diskusi santai antar pengurus sebelum WMP melanjutkan agenda Rapatnya dengan Organisasi Sosial Lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*