Pasangkayu Siapkan Petani Sawit Berkualitas Lewat Pelatihan SDM 2026

Palu, BeritaAdvetorial, Nusantarapress.com – Meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama mendongkrak produktivitas dan keberlanjutan usaha kelapa sawit. Menyikapi hal ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan PT Citra Widya Education resmi meluncurkan Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 di Hotel Aston Palu. Sebanyak 127 petani kelapa sawit dari Kabupaten Pasangkayu turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Acara pembukaan dihadiri jajaran pemangku kepentingan, mulai dari Direktur PT Citra Widya Education, Stefanus Nugroho Kristono; Sekretaris Daerah Pasangkayu, Muhammad Muh. Zain Machmud; Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasangkayu, Dr. H. Abidin; hingga perwakilan Kementerian Pertanian, Mula Putera, yang bergabung secara daring.

Stefanus Nugroho menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan investasi jangka panjang. “Petani adalah garda terdepan perkebunan nasional. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kami ingin mereka mampu mengelola kebun secara mandiri, profesional, dan sesuai standar keberlanjutan,” ujarnya. Materi disampaikan oleh tenaga ahli dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya.

Pelatihan ini terbagi dalam dua jalur materi inti: 59 peserta mempelajari teknik budidaya yang baik, sedangkan 68 peserta lainnya mendalami cara panen dan penanganan hasil pascapanen. Pembagian ini disesuaikan dengan kebutuhan lapangan agar ilmu yang didapat lebih terfokus dan aplikatif.

Mula Putera dari Kementerian Pertanian menyampaikan tantangan sekaligus peluang yang dihadapi. Meskipun Indonesia menjadi penghasil minyak sawit terbesar dunia, produktivitas kebun rakyat saat ini baru mencapai sekitar 3,3 ton per hektare per tahun—masih jauh di bawah potensinya yang bisa menyentuh angka 5–6 ton. Masalah seperti perawatan tanaman, pengendalian hama, hingga manajemen usaha bisa diatasi jika kualitas SDM terus ditingkatkan.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Pertanian juga menyampaikan tiga arahan penting: instruktur diminta memberikan pendampingan secara berkelanjutan, peserta diminta membagikan ilmu kepada sesama petani, dan pemerintah daerah diminta memantau penerapan ilmu di lapangan.

Sebagai daerah dengan areal sawit terluas di Sulawesi Barat, Sekretaris Daerah Pasangkayu menilai pelatihan ini sangat tepat waktu. Ia berjanji pemerintah daerah akan terus mendampingi peserta pasca-kegiatan. Harapannya, ke depannya Pasangkayu tidak hanya dikenal sebagai penghasil sawit, tetapi juga menjadi daerah percontohan penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh petani. (Rilis)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*