Dukung Swasembada Pangan Sulbar, Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa Salurkan Alat Pertanian hingga Irigasi ke Enam Kabupaten

Peringatan HUT ke-22 Provinsi Sulawesi Barat
0-4064x3048-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;illum:2 scene:0 humanIn:2;

PASANGKAYU, Nusantarapress.com – Anggota DPR‑RI Komisi IV dari PDI-P Daerah Pemilihan (Dapil) Sulbar, Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa, M.P., terus mendorong percepatan swasembada pangan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui penyaluran beragam alat dan sarana kelengkapan pertanian ke enam kabupaten se‑Sulbar.

Sarana yang diturunkan meliputi alat panen, penanam padi, sumur dalam, pipanisasi, jaringan irigasi, jalan tani, serta kendaraan TR 4 dan TR 2. Penyaluran sarana tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian sekaligus memperkuat daya dukung ketahanan pangan daerah.

“Ini merupakan salah satu upaya nyata dalam memenuhi target swasembada pangan di Sulbar sesuai program Presiden RI dan akan terus berkelanjutan,” ungkap Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa saat ditemui di kediamannya, Sabtu malam (31/10/2026).

Menurutnya, ketersediaan sarana pertanian modern menjadi kunci utama agar petani dapat bekerja lebih efisien, terutama dalam menghadapi tantangan musim kemarau dan fluktuasi kondisi lahan. Ia menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung program ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan petani di Sulbar.

Dalam konteks nasional, Kementerian Pertanian terus mendorong mekanisasi pertanian dan pengembangan infrastruktur pertanian sebagai strategi utama menuju swasembada pangan berkelanjutan. Berbagai program seperti bantuan alat mesin pertanian, rehabilitasi irigasi, serta pembangunan jalan tani menjadi prioritas untuk meningkatkan aksesibilitas lahan dan hasil panen petani.

Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa berharap sarana yang telah diturunkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani di enam kabupaten penerima. Ia juga mengajak pemerintah kabupaten dan kelompok tani untuk melakukan pengelolaan serta perawatan sarana tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang.

“Kami akan terus mengawal agar program ini benar‑benar menyentuh langsung ke petani. Swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pusat, tetapi juga kolaborasi seluruh elemen daerah,” ujarnya.

Editor : Edison S