Konfercab IPNU-IPPNU Takalar: Perkuat Kaderisasi dari Akar Rumput, Rizwan dan Pebiati Terpilih sebagai Ketua

Peringatan HUT ke-22 Provinsi Sulawesi Barat

Nusantarapress.comTakalar -Sulseel — Konferensi Cabang (Konfercab) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Takalar digelar di Gedung NU Kabupaten Takalar, Minggu, 20 September 2026.

Konfercab menjadi momentum konsolidasi organisasi dan penguatan kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Takalar, sekaligus forum regenerasi kepemimpinan PC IPNU dan PC IPPNU Takalar untuk masa khidmat 2026–2028.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PW IPNU Sulawesi Selatan Asnam Suardi, Ketua PW IPPNU Sulawesi Selatan Mardania Tahir, Rais Syuriyah PCNU Takalar Drs. KH Sekarang, Sekretaris Tanfidziyah PCNU Takalar H. Agus Salim Tika, Ketua GP Ansor Takalar Musafir, Ketua PMII Takalar Riswan, Ketua Lakpesdam NU Takalar Yardi, serta para rekan dan rekanita IPNU-IPPNU Kabupaten Takalar.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PW IPNU Sulawesi Selatan, Asnam Suardi, menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat kaderisasi IPNU hingga ke tingkat kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Takalar.

 

Menurutnya, penguatan organisasi harus dimulai dari akar rumput melalui penguatan ranting dan komisariat. Hal tersebut penting agar IPNU tidak hanya besar secara struktur, tetapi benar-benar memiliki basis kader yang kuat, aktif dan solid.

Selain penguatan struktur, peningkatan kapasitas dan keterampilan kader juga akan menjadi salah satu prioritas. Kader IPNU, menurut Asnam, tidak cukup hanya dibekali pemahaman ideologi dan organisasi, tetapi juga membutuhkan keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan zaman.

Penguatan skill diharapkan membuat kader IPNU mampu beradaptasi, mandiri, mengembangkan karier, serta mengambil peran positif di tengah masyarakat.

“Saya percaya, arah baru IPNU bukan tentang tampil hebat sendiri, tapi bagaimana kita semua bisa tumbuh bersama,” ujar Asnam.

IPPNU Harus Menjadi Rumah yang Nyaman bagi Kader

Hal senada disampaikan Ketua PW IPPNU Sulawesi Selatan, Mardania Tahir. Ia menekankan bahwa kaderisasi merupakan syarat mutlak bagi keberlanjutan sebuah organisasi.

Mardania berharap kepengurusan PC dan PAC IPPNU benar-benar hadir dan aktif dalam menjalankan roda organisasi. Penguatan kaderisasi di tingkat cabang dan anak cabang harus menjadi perhatian agar proses regenerasi kepemimpinan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Cabang-cabang yang aktif harus terus diperhatikan dan diperkuat. Sementara untuk cabang yang mulai vakum, perlu ada pendampingan agar IPPNU dapat aktif kembali,” jelasnya.

Menurut Mardania, IPPNU Sulawesi Selatan harus menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh kader untuk belajar, berproses dan bertumbuh bersama.

IPPNU juga dituntut mampu menjawab kebutuhan pelajar NU masa kini. Karena itu, kader harus mendapatkan ruang yang luas untuk mengembangkan potensi serta keberanian mengambil peran, baik di lingkungan organisasi, pendidikan maupun masyarakat.

*Rizwan dan Pebiati Pimpin IPNU-IPPNU Takalar 2026–2028*

Setelah melalui rangkaian persidangan dan proses organisasi, Konfercab akhirnya menetapkan Rizwan Ardiansyah Amal sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Takalar dan Pebiati sebagai Ketua PC IPPNU Kabupaten Takalar masa khidmat 2026–2028.

Terpilihnya kepemimpinan baru tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan kaderisasi pelajar NU di Kabupaten Takalar, khususnya melalui penguatan struktur hingga tingkat PAC, ranting dan komisariat.

Kepengurusan baru juga diharapkan mampu membangun IPNU-IPPNU Takalar sebagai organisasi kader yang aktif, inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Konfercab ini sekaligus menegaskan semangat IPNU-IPPNU Takalar untuk memperkuat regenerasi serta menyiapkan generasi muda NU yang memiliki kapasitas, keterampilan dan komitmen untuk melanjutkan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Takalar.

Asiska