NUSANTARAPRESS.COM, TAKALAR – Dua anggota DPRD Kabupaten Takalar, Israwati dan Rannu, turun langsung menemui warga yang mengantre bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Tamadampeng, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.
Keduanya merupakan anggota Komisi I DPRD Takalar dari Fraksi Partai Gerindra.
Israwati dan Rannu mendatangi lokasi saat antrean kendaraan masih berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WITA, 10 September 2026.
Mereka kemudian berbaur dengan warga yang sedang menunggu giliran mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Solar.
Pantauan di lokasi, antrean kendaraan roda dua dan roda empat masih memanjang hingga malam hari.
Sejumlah warga telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk menunggu giliran pengisian BBM.
Di tengah kondisi tersebut, Israwati dan Rannu tidak hanya melihat situasi antrean, tetapi juga menyapa warga yang sedang menunggu.
Keduanya turut membagikan makanan kepada warga yang masih bertahan di lokasi SPBU.
Sebanyak 150 dus paket makanan dibagikan kepada warga yang mengantre.
Paket tersebut berisi songkolo, telur, serta air mineral botol.
Makanan itu diberikan kepada sejumlah warga, termasuk sopir truk, pengendara ojek online, dan pengendara kendaraan lainnya yang masih menunggu antrean.
Selain membagikan makanan, Israwati juga memilih bertahan di lokasi hingga larut malam.
Kesempatan tersebut digunakan untuk mendengarkan langsung keluhan warga terkait kondisi pasokan BBM yang belakangan sulit diperoleh.
Warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami selama mengikuti antrean BBM di sejumlah SPBU di Takalar.
Keluhan terutama berkaitan dengan waktu tunggu yang panjang dan ketidakpastian mendapatkan BBM setelah mengantre berjam-jam.
Israwati mengatakan, kehadirannya di SPBU tersebut untuk melihat langsung kondisi yang dialami masyarakat.
Ia juga ingin mendengar keluhan warga secara langsung, bukan hanya menerima laporan dari pihak lain.
Menurutnya, kondisi antrean BBM perlu menjadi perhatian karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Warga yang mengantre tidak hanya berasal dari pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bekerja dan mencari penghasilan.
Kehadiran dua anggota DPRD tersebut membuat warga memiliki kesempatan menyampaikan persoalan yang mereka alami secara langsung kepada wakil rakyat.
Israwati dan Rannu kemudian ikut berada di tengah warga sembari menunggu situasi antrean hingga malam semakin larut.
Aksi tersebut berlangsung di tengah persoalan antrean dan kelangkaan BBM yang sebelumnya juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Sebelumnya, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat untuk melakukan inspeksi mendadak serta memantau kondisi SPBU, agen, dan pangkalan LPG di wilayah Takalar.
Langkah tersebut dilakukan pemerintah daerah menyusul keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh BBM dan LPG.
Sementara di SPBU Tamadampeng, warga masih harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar yang mereka butuhkan.
Israwati dan Rannu mengatakan akan membawa aspirasi yang disampaikan warga sebagai bahan perhatian di DPRD Takalar.
Mereka juga meminta persoalan distribusi dan ketersediaan BBM menjadi perhatian bersama agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang hingga larut malam.
