PASANGKAYU, Nusantarapress.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu terus menggalakkan program percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) dengan menerapkan inovasi sistem SMART-TBC. Hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 139 kasus TBC telah berhasil ditemukan, dari total target penemuan sebanyak 547 kasus yang ditetapkan sepanjang tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu, drg. Rukman, menjelaskan bahwa kesenjangan antara target dan capaian saat ini bukan berarti jumlah penderita sedikit, melainkan menunjukkan masih terdapat kasus yang belum terdeteksi atau masyarakat yang belum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat disembuhkan sepenuhnya jika ditemukan sejak dini dan dijalani pengobatan secara lengkap. Tantangan utama kita saat ini adalah menemukan seluruh kasus yang masih tersembunyi di masyarakat agar mata rantai penularan dapat diputus. Oleh karena itu, kami mengembangkan inovasi SMART-TBC sebagai strategi utama untuk mempercepat penemuan kasus,” ujar drg. Rukman.
Apa itu SMART-TBC?
SMART-TBC adalah inovasi yang dikembangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu dengan memanfaatkan teknologi informasi, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan peran Puskesmas dan masyarakat. Sistem ini mendukung pelaksanaan:
– Skrining aktif di masyarakat
– Investigasi kontak pasien
– Pemantauan kepatuhan pengobatan
– Dashboard pemantauan capaian program
– Sistem peringatan dini (Early Warning System)
Inovasi ini juga mengintegrasikan peran pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, kader kesehatan, pemerintah desa, dunia usaha, serta organisasi masyarakat dalam upaya menemukan kasus secara aktif dan memberikan pendampingan selama pengobatan berlangsung.
Ajakan untuk Masyarakat
drg. Rukman mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti:
– Batuk yang berlangsung selama 2 minggu atau lebih
– Disertai demam, penurunan berat badan, berkeringat pada malam hari, atau batuk berdarah
“Pemeriksaan TBC tersedia secara gratis di seluruh Puskesmas dan rumah sakit. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh dan mencegah penularan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” tegasnya.
Komitmen Menuju Pasangkayu Bebas TBC
Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu terus memperluas kegiatan skrining aktif, investigasi kontak, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat. Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dalam mendukung target eliminasi TBC pada tahun 2030.
Dengan target 547 kasus pada tahun 2026, pihak Dinas Kesehatan optimistis capaian akan terus meningkat seiring implementasi SMART-TBC dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menghilangkan stigma terhadap penderita TBC dan mendukung penyelesaian pengobatan hingga tuntas.
