PASANGKAYU, BeritaAdvetorial, Nusantarapress.com – Audit pelayanan bagi pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasangkayu dilaksanakan sebagai langkah krusial untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan pedoman nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur RSUD Pasangkayu, dr. Welly Patana Salu, Sp.B, yang memimpin rumah sakit tipe C tersebut dalam berbagai upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan dan fasilitas medis bagi masyarakat daerah. Sementara itu, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, dr. Imran Hasbi, S.Ked.
Berdasarkan pemaparan dari dokter penanggung jawab program, audit ini berfokus pada evaluasi kerangka kerja penanganan pasien TB-RO, mulai dari kecepatan akses pasien yang terdeteksi resisten obat untuk mendapatkan pengobatan lini kedua (obat anti-TB kategori khusus).
Dalam pelaksanaannya, audit juga memastikan bahwa pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, kultur sputum, dan foto rontgen dilakukan secara tepat waktu untuk memantau proses konversi biakan bakteri dan respons pengobatan pasien.
Menurut dr. Imran Hasbi, S.Ked., fasilitas isolasi di RSUD Pasangkayu dinyatakan telah memenuhi standar dengan sistem tekanan negatif dan ventilasi yang memadai, sehingga dapat meminimalisir risiko penularan penyakit ke pasien lain, pengunjung, maupun tenaga medis. Selain itu, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri berupa masker N95 oleh staf dan pasien, serta penerapan etika batuk di seluruh area rumah sakit telah diterapkan dengan baik.
Menambahkan hal tersebut, dr. Muhammad Rifal menyatakan bahwa audit ini menegaskan peran rumah sakit tidak hanya sebagai tempat pengobatan, namun juga berfungsi sebagai pusat kendali untuk memutus rantai penularan penyakit di lingkungan komunitas. Sinergi antara edukasi kesehatan yang diberikan kepada pasien dan keluarga, serta kepatuhan terhadap administrasi jaminan kesehatan seperti BPJS menjadi faktor penentu utama keberhasilan program pengendalian TB-RO ini.
Laporan : Adding Marulu
Editor : Edison S
