NusantaraPress.Com– Takalar– Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendongkrak produktivitas sektor pertanian. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digenjot adalah realisasi program tiga kali panen dalam setahun melalui penguatan infrastruktur irigasi, khususnya irigasi tersier berbasis pompa.
Langkah konkret tersebut dibuktikan dengan membawa langsung usulan pemda ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta pada Senin (28/9/2026). Inisiatif jemput bola ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan pengairan bagi lahan pertanian di Takalar, sehingga semakin banyak areal persawahan dan perkebunan yang dapat ditanami secara optimal tanpa terkendala musim.
Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye mengungkapkan bahwa perluasan jaringan irigasi tersier melalui dukungan pompa air merupakan kunci utama untuk meningkatkan indeks pertanaman. Dengan ketersediaan air yang merata dan berkelanjutan, peluang petani untuk meningkatkan frekuensi tanam serta hasil panen untuk komoditas andalan seperti padi dan jagung akan semakin terbuka lebar.
“Alhamdulillah, usulan Pemerintah Kabupaten Takalar mendapat sambutan baik dari Kementerian Pertanian,” ungkap Daeng Manye.
Dalam kunjungannya, ia mengaku telah berdiskusi langsung dengan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan beserta jajaran direktur terkait untuk memaparkan urgensi kebutuhan air bagi petani di daerahnya.
Respons positif langsung ditunjukkan oleh pihak kementerian dengan berkomitmen menindaklanjuti usulan tersebut. Sambutan hangat ini tentu menjadi angin segar bagi para petani di Takalar, mengingat sektor pertanian selama ini menjadi tulang punggung utama yang menopang perekonomian masyarakat lokal.
Kendati demikian, tantangan di lapangan terkait keterbatasan infrastruktur air masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama antara pusat dan daerah. Menurut Daeng Manye, sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat sangat dibutuhkan guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan terlantar, memperluas akses pengairan, serta mewujudkan kemandirian pangan secara berkelanjutan.
Melalui terealisasinya program tiga kali panen setahun, pemda optimistis kesejahteraan petani akan terdongkrak signifikan lewat lonjakan pendapatan yang lebih tinggi. “Terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas sambutan baik dan tindak lanjutnya. Semoga upaya ini membawa manfaat nyata bagi kemajuan pertanian Takalar,” pungkasnya.
