BPBD Pasangkayu Gelar FGD, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Bencana

PASANGKAYU, BeritaAdvetorial, Nusantarapres.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasangkayu kembali memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Aula Kantor Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Senin (6/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman dari organisasi kepedulian kebencanaan Suka Nusa dan Imam Agus Faizal, serta didukung oleh tiga fasilitator yang telah dilatih secara khusus untuk melakukan pemetaan potensi dan risiko bencana di tingkat desa.

Kepala BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa program Desa Tangguh Bencana bertujuan utama untuk mengurangi risiko dan dampak kerugian akibat bencana melalui peningkatan kesiapan warga.

“Ketangguhan desa tidak harus selalu berupa program besar. Hal sederhana pun bisa dilakukan, seperti memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan tanaman pangan lainnya. Ini menjadi bentuk kemandirian masyarakat saat menghadapi situasi darurat,” ujar Arhamuddin.

Sementara itu, Imam Agus Faizal, narasumber yang juga peduli isu kebencanaan, memberikan apresiasi atas langkah BPBD Pasangkayu yang mampu membangun kolaborasi berbagai pihak meskipun dengan keterbatasan anggaran, melalui konsep Multi Kolaborasi Kemandirian.

Menurutnya, pendekatan yang berfokus pada kemandirian dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan ketangguhan desa. Kegiatan yang melibatkan warga secara langsung ini dinilai mampu menumbuhkan kesadaran kolektif serta memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi ancaman bencana.

Dari hasil diskusi dalam FGD tersebut, Desa Pangiang ditetapkan masuk dalam kategori Desa Tangguh Bencana Pratama. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa indikator yang perlu ditingkatkan agar desa tersebut berpeluang naik ke kategori yang lebih tinggi di masa depan.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas tersebut, peserta kegiatan menyepakati pentingnya pembentukan Kader Kebencanaan. Kelompok ini akan berfungsi sebagai perpanjangan tangan BPBD dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Desa Pangiang, Muh. Rizal, menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini. Ia mengaku bersyukur atas dukungan dan pendampingan yang terus diberikan oleh BPBD sejak Desa Pangiang ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana.

“Edukasi yang kami terima ini akan kami sebarkan kembali kepada seluruh warga. Selain itu, Pemerintah Desa juga akan segera menata jalur evakuasi dan menentukan titik kumpul aman sebagai persiapan menghadapi potensi bencana,” kata Rizal.

Ia berharap program pendampingan dan edukasi kebencanaan dapat terus berlanjut, sehingga masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menghadapi berbagai situasi darurat.

Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa, kader, pemuda serta warga masyarakat umum.

Laporan : Adding Marulu

Editor : Edison S