TAKALAR- NusantaraPress.Com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperkuat ketahanan pangan terus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur pertanian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan jaringan irigasi tersier oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, di Lingkungan Bantinoto I, Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Rabu (22/7/2026).
Pembangunan jaringan irigasi tersebut menjadi harapan baru bagi para petani dalam menjaga ketersediaan air untuk lahan persawahan. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, produktivitas pertanian diharapkan meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan yang berlangsung di lokasi pembangunan, tepatnya di antara Gardu Induk Listrik Tallasa dan Dapur SPPG Bontokadatto, diawali dengan pembukaan oleh Wakil Ketua GP3A Bontokadatto Jaya, Daeng Liwang.
Ratusan tamu undangan memenuhi area yang telah disiapkan panitia. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar Parawangsa, Camat Polongbangkeng Selatan Ayatullah Rawatib, Kapolsek Polongbangkeng Selatan AKP Kaharuddin, Danramil Kapten Inf Alhan, Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Ilham, serta sekitar 50 ketua kelompok tani beserta anggotanya dari berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Polongbangkeng Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa pembangunan jaringan irigasi bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan petani.
Menurutnya, jaringan irigasi yang dibangun akan memperkuat pasokan air untuk sekitar 470 hektare lahan persawahan yang mencakup 47 titik layanan irigasi di wilayah Polongbangkeng Selatan.
Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, petani diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan pola tanam hingga tiga kali panen dalam setahun sesuai kondisi lahan.
“Air adalah penyambung kehidupan bagi pertanian. Karena itu pemerintah terus memperjuangkan agar pasokan air tetap tersedia sehingga masyarakat bisa terus meningkatkan hasil panennya,” ujar Daeng Manye.
Ia menegaskan, meskipun pemerintah daerah menghadapi berbagai keterbatasan anggaran, sektor pertanian tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan karena menyangkut kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh petani dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta merawat jaringan irigasi yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun. Jika kita rawat bersama, manfaatnya akan dirasakan hingga generasi mendatang,” katanya.
Selain terus memperkuat sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Takalar juga berkomitmen melanjutkan pembangunan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, infrastruktur dasar, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar, Parawangsa, menjelaskan bahwa pembangunan jaringan irigasi tersebut merupakan hasil perjuangan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mengawal usulan bantuan kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Melalui pembangunan jaringan irigasi tersier ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap produktivitas pertanian terus meningkat, kesejahteraan petani semakin membaik, serta ketahanan pangan daerah semakin kokoh sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
