Desa Bulu Mario Gelar Maulid Nabi, Ratusan Umat Islam Hadiri Acara Masjid Al-Munawarah

Peringatan HUT ke-22 Provinsi Sulawesi Barat

PASANGKAYU, Nusantarapress.com — Memanfaatkan momen datangnya bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, bulan Rabiul Awal 1447 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 2026 Masehi, Panitia Hari Besar Agama Islam Masjid Al-Munawarah bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Desa Bulu Mario, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (17/09/2026).

Acara yang berlangsung di halaman Masjid Al-Munawarah ini diawali dengan pembacaan Kitab Suci Al-Qur’an oleh salah satu mahasiswa KKN dari Mahad Aly Asy-As’adiyah Sengkang. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada santriwan dan santriwati tahfiz dari Yayasan Al-Munawarah Bulu Mario.

Pada peringatan Maulid tahun ini, panitia bersama DKM menghadirkan penceramah dari luar daerah. Acara dihadiri oleh pejabat daerah Kabupaten Pasangkayu, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok majelis taklim, serta ratusan umat Islam dari desa-desa sekitar.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten II Suhardi, S.Pd. yang mewakili Bupati Pasangkayu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu H. Ainul Musa, S.H.I. beserta jajaran, Camat Sarudu Arifuddin N., S.E., M.A.P., sejumlah pejabat daerah, Administrator PT. Surya Raya Lestari-1 beserta staf, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten II Suhardi, S.Pd. mengajak seluruh umat Islam agar peringatan Maulid maupun hari besar keagamaan lainnya tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan dijadikan ajang silaturahmi untuk memperkuat pembangunan bidang keagamaan di Kabupaten Pasangkayu.

“Mari kita pererat silaturahmi melalui acara seperti ini, karena kekuatan kita terletak pada persatuan dan kesatuan. Bahkan lahirnya Kabupaten Pasangkayu tidak lepas dari kekuatan persatuan yang menyatukan berbagai suku, ras, agama, dan budaya — itulah sebabnya Desa Bulu Mario disebut sebagai Indonesia mini,” ujarnya.

Mengenai kepemimpinan Bupati Pasangkayu, ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya melayani masyarakat dengan pendekatan “menjemput bola”, yaitu mendatangi warga langsung ke setiap desa.

“Modal dasar pembangunan manusia bagi umat Islam adalah akhlak yang bersumber dari Al-Qur’an. Oleh karena itu, kami berusaha melayani warga dengan mendatanginya, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW,” urainya.

Sementara itu, ceramah inti atau hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan oleh Ustadz Dr. K.H. Muda H. Hasmulyadi Hasan (Wakil Mudir Mahad Aly Asy-As’adiyah Sengkang). Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa terdapat dua jenis investasi manusia: yang satu berupa harta benda duniawi yang akan habis dan tidak dibawa mati, dan yang kedua adalah investasi akhirat berupa anak-anak sholeh dan penghafal Al-Qur’an, yang pahalanya tidak akan terputus meskipun telah meninggal dunia.

“Ladang jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga hari kiamat adalah anak-anak sholeh, penghafal Al-Qur’an, dan siapa saja yang senantiasa menebar kebaikan seperti yang dilakukan DKM saat ini. Tanpa sinergi dan dukungan dari berbagai pihak, acara sebesar ini tidak akan terlaksana,” tegasnya.

Menurut beliau, pendidikan adalah salah satu kunci penting dalam mempersiapkan masa depan anak-anak. Melalui pendidikan yang baik, diharapkan mereka tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama.

“Dari pendidikan yang baik, Insya Allah masa depan mereka pun menjadi baik dan layak, sehingga mereka dapat berguna bagi masyarakat, agama, nusa, dan bangsa,” pungkasnya.

Editor : Edison S