NusantaraPress.Com– Takalar– Arahan Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye untuk memperkuat sektor pertanian diterjemahkan Dinas Pertanian dengan mendorong akses bantuan pemerintah pusat bagi kelompok tani.
Kepala Dinas Pertanian Takalar, H. Parawangsa, mengatakan pihaknya terus mengawal kebutuhan sarana dan prasarana pertanian, mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, fasilitas pengering hasil panen, irigasi perpompaan hingga jalan usaha tani.
Menurut Parawangsa, sejumlah program bantuan dari Kementerian Pertanian telah diperoleh Kabupaten Takalar sepanjang 2026.
“Alhamdulillah tahun 2026 ini, Kabupaten Takalar banjir bantuan dari Kementerian Pertanian, mulai dari alsintan, benih padi dan jagung, dryer, irpom, jalan tani, cabai dan banyak lagi bantuan dari Kementerian Pertanian,” kata Parawangsa, Jumat, (18/09/2026).
Ia menyebut bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membuka akses kelompok tani terhadap program pemerintah pusat.
Salah satu fasilitas yang tengah dikebut adalah dryer untuk penanganan hasil panen. Parawangsa mengatakan dua unit dryer hampir rampung. Satu unit merupakan dryer jagung berkapasitas 10 ton per hari, sedangkan satu lainnya dryer padi dengan kapasitas 30 ton per hari.
Pada September 2026, kata dia, satu bantuan dryer jagung berkapasitas 10 ton per hari juga telah memasuki tahap kontrak. Dua unit lainnya masih dalam proses pengusulan kepada Kementerian Pertanian.
Jika seluruh usulan terealisasi, Takalar berpotensi memiliki empat unit dryer yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan hasil panen petani.
Selain fasilitas pascapanen, Parawangsa menyebut tiga kelompok tani telah diperjuangkan untuk memperoleh bantuan dengan total nilai sekitar Rp4,5 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Dua bantuan di antaranya, kata dia, telah memasuki tahap kontrak dan pelaksanaan. Kelompok Tani Massamaturu memperoleh bantuan dryer jagung berkapasitas 10 ton. Adapun Kelompok Tani Makmur mendapatkan bantuan fasilitas pengering padi.
“Insyaallah tiga kelompok tersebut akan rampung tiga bulan ke depan. Kami tetap memperjuangkan kelompok tani di Takalar agar ke depan kembali mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian,” ujar Parawangsa.
Bagi Dinas Pertanian, proses memperoleh bantuan tidak berhenti pada penyampaian kebutuhan. Usulan kelompok tani harus dikawal melalui tahapan administrasi hingga program dapat direalisasikan.
Pola kerja itu disebut Parawangsa sejalan dengan semangat “Takalar Cepat” yang digaungkan Daeng Manye: cepat berpikir, cepat bertindak, dan cepat menghasilkan.
Di lapangan, kebutuhan petani tidak hanya menyangkut peningkatan produksi. Infrastruktur pascapanen seperti dryer juga dibutuhkan untuk membantu penanganan hasil panen sehingga kualitas komoditas tetap terjaga.
Pemerintah Kabupaten Takalar sebelumnya juga menempatkan sektor pangan sebagai salah satu perhatian dalam pembangunan daerah. Pada September 2026, Pemkab Takalar disebut menerima penghargaan Gold InTechSEA 2026 bidang pangan atas program dan kinerja strategis di sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, serta ketahanan pangan.
Rangkaian bantuan tersebut mencakup sejumlah kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas petani, seperti alsintan, benih padi dan jagung, irigasi perpompaan, jalan usaha tani, komoditas hortikultura, hingga fasilitas pengering.
Sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan upaya Dinas Pertanian mengakses program pemerintah pusat kini diuji pada tahap pelaksanaan. Bagi kelompok tani, nilai bantuan bukan semata pada besarnya anggaran, melainkan pada sejauh mana sarana yang diberikan benar-benar berfungsi dan membantu aktivitas produksi.
Parawangsa mengatakan pihaknya akan terus memperjuangkan tambahan dukungan bagi kelompok tani Takalar pada program-program Kementerian Pertanian berikutnya
