Takalar– Nusantarapress.Com- Sulsel – Masyarakat Kecamatan Mangarabombang (Marbo), Kabupaten Takalar, diliputi rasa khawatir akibat maraknya aksi geng motor yang dinilai semakin meresahkan.
Sejumlah warga mengaku merasa tidak aman setelah beberapa insiden penyerangan yang diduga melibatkan kelompok geng motor dengan menggunakan busur dan senjata tajam terjadi di wilayah tersebut.selasa,9/6/2026
“Mashur, sala satunya korban menjelaskan kronologis kejadian yang di alaminya,
kepada awak media warga Dusun Topejawa Lama, Desa Topejawa, Kecamatan Mangarabombang. Ia mengaku menjadi korban penyerangan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan anggota geng motor saat berada di wilayah tersebut.
Menurut keterangan korban, kelompok tersebut diduga membawa busur dan melakukan tindakan yang mengancam keselamatannya. Karena merasa terancam, korban terpaksa menyelamatkan diri dengan meninggalkan sepeda motor miliknya di lokasi kejadian.
Saat kembali mengambil kendaraannya, Mashur mendapati sepeda motornya telah mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Di antaranya kap samping kiri, panel kilometer, stand kaki kiri, serta beberapa komponen lainnya.
Terlihat jelas sobetan kerusakan motor mengunakan parang, ini terbukti bahwa geng motor ini juga membawa busur dan parang.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian materiil dan berharap pelaku dapat segera ditangkap.
Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban di wilayah kabupaten takalar, khususnya pada malam hingga dini hari.
Mushar, dan masyarakat kabupaten takalar, berharap aparat penegak hukum kepolisian polres takalar, menindaklanjuti dan memberikan efek jerah
Berharap kepada pihak kepolisian untuk segera membubarkan kelompok perusuh sebelum berkembang subur di wilayah kabupaten takalar
Sementara salah seorang anggota Polsek Marbo saat di konfirmasi lewat telepon WhatsApp pribadinya mengatakan dalam mengantisipasi gangguan keamanan seperti geng motor pihaknya rutin lakukan patroli malam hingga subuh
(*)

Leave a Reply