TAKALAR, NusantaraPress.Com — Setelah bertahun-tahun menjadi keluhan warga, kondisi jalan di wilayah Moncongkomba 2, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Kabupaten Takalar, akhirnya mendapat perhatian langsung dari Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Jalan yang disebut warga telah mengalami kerusakan selama kurang lebih 20 tahun itu menjadi perhatian Bupati Daeng Manye saat menghadiri peresmian pembangunan irigasi tersier di Desa Moncongkomba, Selasa, 22 September 2026.
Di hadapan masyarakat, Daeng Manye menyatakan akan memperjuangkan penanganan jalan tersebut agar dapat menjadi prioritas pembangunan pada 2027.
Bupati mengatakan, jalan tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi jalur ekonomi yang menghubungkan masyarakat sekaligus menjadi akses penting dalam mengangkut hasil panen dan hasil bumi warga.
“Jalan ini merupakan jalur ekonomi yang menghubungkan pusat kota dengan masyarakat di Moncongkomba. Jalan ini punya nilai ekonomis dan nilai strategis dalam menyalurkan hasil panen dan hasil bumi,” ujar Daeng Manye.
Ia meminta jajaran terkait mencatat kondisi jalan tersebut dan menindaklanjutinya dalam perencanaan pembangunan.
“Saya minta dicatat dan disampaikan kepada Kadis PU agar menjadi prioritas, walaupun sudah ada DED-nya,” tegasnya.
Menurut Daeng Manye, dokumen perencanaan seperti Detail Engineering Design (DED) menjadi salah satu tahapan penting sebelum sebuah pekerjaan pembangunan dapat diusulkan dan dilaksanakan.
Karena anggaran 2026 telah berjalan, ia menyebut pemerintah daerah akan berupaya memasukkan ruas jalan tersebut dalam usulan Inpres Jalan Desa untuk tahun 2027.
“Insyaallah karena tahun ini anggarannya sudah habis, kita sedang membahas 2027. Saya akan masukkan dalam Inpres Jalan Desa untuk tahun 2027,” kata Daeng Manye saat peresmian Pembangunan Irigasi Tersiar di Desa Moncongkomba kecamatan Polsel. Selasa 22 September 2026
Harapan Baru Warga
Perhatian langsung Bupati terhadap kondisi jalan tersebut memberi harapan baru bagi masyarakat Moncongkomba 2 yang selama bertahun-tahun harus melewati akses jalan yang rusak.
Bagi masyarakat, jalan tersebut bukan sekadar akses penghubung antarkawasan, tetapi juga menjadi jalur penting untuk membawa hasil pertanian menuju pusat pemasaran.
Daeng Manye menegaskan, pemerintah daerah akan terus bergerak memperjuangkan kebutuhan masyarakat dan tidak hanya berdiam diri di kantor.
“Kita harus bergerak dan harus berpikir. Urusan pertanian, kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, jalan, semuanya harus kita pikirkan supaya cepat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar serta menjaga kekompakan dan silaturahmi agar pembangunan di tingkat desa dapat berjalan bersama.
“Jaga kekompakan, jaga silaturahmi masyarakat desa agar desa ini bisa membangun. Antara satu kampung, satu dusun dengan dusun yang lain harus saling bahu-membahu,” pesannya.
Kini, warga Moncongkomba 2 menanti realisasi janji tersebut. Setelah sekitar dua dekade menghadapi jalan rusak, tahun 2027 menjadi momentum yang diharapkan membawa perubahan bagi akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
