Takalar– Nusantarapress.Com – Lanud Sultan Hasanuddin menggelar Panen Raya TNI mendukung program ketahanan pangan nasional di Kabupaten Takalar.
Kegiatan berlangsung di Desa Massamaturu, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/7/2026).
Lokasi panen berada sekitar satu kilometer dari Pabrik Gula Takalar.
Pabrik tersebut merupakan unit usaha PT Perkebunan Nusantara XIV, anak perusahaan PTPN III (Sugar Co).
Pabrik Gula Takalar berlokasi di Desa Pa’rapunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.
Panen raya menjadi bagian Panen Tebu Serentak TNI Angkatan Udara yang dilaksanakan di berbagai satuan TNI
AU.

Kegiatan nasional dipusatkan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Presiden Prabowo Subianto memimpin kegiatan nasional melalui video conference.
Dalam layar video conference turut hadir Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga mengikuti kegiatan tersebut.
Di Takalar, panen dipimpin Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Vincentius Endy Hadi Putra.
Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin menghadiri kegiatan tersebut.
Bupati Jeneponto Paris Yasir juga tampak mengikuti rangkaian acara.
Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar Muhammad Hasbi hadir bersama Dandim 1426/Takalar Letkol Inf Anton Timotius Milala.
Sejumlah unsur pemerintah daerah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan sektor pertanian turut hadir.
Panitia menyiapkan dua tenda selama pelaksanaan kegiatan.
Tenda utama digunakan untuk mengikuti video conference bersama Presiden.
Sementara tenda lainnya menampung sekitar 100 warga setempat yang mengikuti jalannya kegiatan.
Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 15.30 Wita.
Kepala Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Yudha mengatakan kegiatan merupakan bagian Hari Bakti TNI AU ke-79.
Sehari sebelumnya, Lanud Sultan Hasanuddin menggelar sunatan massal bagi sekitar 200 peserta di kantor desa.
Pada puncak kegiatan juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan TNI dan Polri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat.
“TNI dan Polri tidak hanya merupakan menjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” kata Prabowo.
Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah dalam mengejar target pembangunan nasional.
Usai panen simbolis, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi dukungan pemerintah pusat.
“Ya, alhamdulillah kita di Sulawesi Selatan termasuk wilayah penghasil tebu. Dan kami ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, tentu melalui Kementerian Pertanian dan kerja sama dengan TNI, khususnya di Angkatan Udara, yang telah melakukan pendampingan yang kuat untuk mencapai swasembada, khususnya di bidang produksi tebu,” ujarnya.
Menurut Andi Sudirman, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Ketahanan pangan ini menjadi tanggung jawab bersama dan kami tentu apresiasi karena TNI telah bertugas melampaui panggilan tugas,” katanya.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin mengatakan keterlibatan TNI AU merupakan implementasi pembinaan teritorial di bidang pertanian.
Ia menyebut kolaborasi TNI AU, pemerintah daerah, dan petani diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian.
“Panen raya ini merupakan hasil sinergi antara TNI AU, pemerintah daerah, dan para petani. Kami berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, mendukung swasembada gula nasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia,” ujar Vincentius Endy Hadi Putra.
Petani Tebu Rakyat Mandiri Ibrahim Basir menyatakan petani mendukung penuh musim giling tahun ini.
Namun, ia menyoroti maraknya penyerobotan lahan HGU yang dinilai mengancam keberlanjutan produksi tebu.
“Yang saya minta kepada pemerintah pusat untuk segera menangani lahan yang diserobot oleh masyarakat. Kalau tidak ada solusi, ke depan Pabrik Gula Takalar tidak akan giling lagi,” katanya.
Ibrahim juga berharap adanya keterbukaan terkait rendemen gula yang diterima petani.
Ia berharap harga gula dapat meningkat menjadi Rp17 ribu per kilogram agar kesejahteraan petani semakin baik.
Menurut Ibrahim, varietas tebu yang dibudidayakan antara lain Sayang Manis dan Harum Manis.
Ia menyebut setiap gapoktan memiliki sedikitnya 30 anggota petani.
Luas lahan tebu yang dikelola gapoktan di Takalar mencapai sekitar 750 hektare.
Sementara areal panen di kawasan Polongbangkeng Timur mencapai sekitar 300 hektare.
Seluruh rangkaian Panen Raya Tebu TNI di Kabupaten Takalar berakhir sekitar pukul 19.00 Wita.
Takalar- Nusantarapress.Com – Lanud Sultan Hasanuddin menggelar Panen Raya TNI mendukung program ketahanan pangan nasional di Kabupaten Takalar.
Kegiatan berlangsung di Desa Massamaturu, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/7/2026).
Lokasi panen berada sekitar satu kilometer dari Pabrik Gula Takalar.
Pabrik tersebut merupakan unit usaha PT Perkebunan Nusantara XIV, anak perusahaan PTPN III (Sugar Co).
Pabrik Gula Takalar berlokasi di Desa Pa’rapunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.
Panen raya menjadi bagian Panen Tebu Serentak TNI Angkatan Udara yang dilaksanakan di berbagai satuan TNI AU.
Kegiatan nasional dipusatkan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Presiden Prabowo Subianto memimpin kegiatan nasional melalui video conference.
Dalam layar video conference turut hadir Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga mengikuti kegiatan tersebut.
Di Takalar, panen dipimpin Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Vincentius Endy Hadi Putra.
Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin menghadiri kegiatan tersebut.
Bupati Jeneponto Paris Yasir juga tampak mengikuti rangkaian acara.
Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar Muhammad Hasbi hadir bersama Dandim 1426/Takalar Letkol Inf Anton Timotius Milala.
Sejumlah unsur pemerintah daerah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan sektor pertanian turut hadir.
Panitia menyiapkan dua tenda selama pelaksanaan kegiatan.
Tenda utama digunakan untuk mengikuti video conference bersama Presiden.
Sementara tenda lainnya menampung sekitar 100 warga setempat yang mengikuti jalannya kegiatan.
Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 15.30 Wita.
Kepala Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Yudha mengatakan kegiatan merupakan bagian Hari Bakti TNI AU ke-79.
Sehari sebelumnya, Lanud Sultan Hasanuddin menggelar sunatan massal bagi sekitar 200 peserta di kantor desa.
Pada puncak kegiatan juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan TNI dan Polri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat.
“TNI dan Polri tidak hanya merupakan menjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” kata Prabowo.
Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah dalam mengejar target pembangunan nasional.
Usai panen simbolis, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi dukungan pemerintah pusat.
“Ya, alhamdulillah kita di Sulawesi Selatan termasuk wilayah penghasil tebu. Dan kami ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, tentu melalui Kementerian Pertanian dan kerja sama dengan TNI, khususnya di Angkatan Udara, yang telah melakukan pendampingan yang kuat untuk mencapai swasembada, khususnya di bidang produksi tebu,” ujarnya.
Menurut Andi Sudirman, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Ketahanan pangan ini menjadi tanggung jawab bersama dan kami tentu apresiasi karena TNI telah bertugas melampaui panggilan tugas,” katanya.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin mengatakan keterlibatan TNI AU merupakan implementasi pembinaan teritorial di bidang pertanian.
Ia menyebut kolaborasi TNI AU, pemerintah daerah, dan petani diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian.
“Panen raya ini merupakan hasil sinergi antara TNI AU, pemerintah daerah, dan para petani. Kami berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, mendukung swasembada gula nasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia,” ujar Vincentius Endy Hadi Putra.
Petani Tebu Rakyat Mandiri Ibrahim Basir menyatakan petani mendukung penuh musim giling tahun ini.
Namun, ia menyoroti maraknya penyerobotan lahan HGU yang dinilai mengancam keberlanjutan produksi tebu.
“Yang saya minta kepada pemerintah pusat untuk segera menangani lahan yang diserobot oleh masyarakat. Kalau tidak ada solusi, ke depan Pabrik Gula Takalar tidak akan giling lagi,” katanya.
Ibrahim juga berharap adanya keterbukaan terkait rendemen gula yang diterima petani.
Ia berharap harga gula dapat meningkat menjadi Rp17 ribu per kilogram agar kesejahteraan petani semakin baik.
Menurut Ibrahim, varietas tebu yang dibudidayakan antara lain Sayang Manis dan Harum Manis.
Ia menyebut setiap gapoktan memiliki sedikitnya 30 anggota petani.
Luas lahan tebu yang dikelola gapoktan di Takalar mencapai sekitar 750 hektare.
Sementara areal panen di kawasan Polongbangkeng Timur mencapai sekitar 300 hektare.
Seluruh rangkaian Panen Raya Tebu TNI di Kabupaten Takalar berakhir sekitar pukul 19.00 Wita.
