Kadis Kesehatan Tegaskan Tahu dalam Sampel MBG di Lengkese Terindikasi Mengandung Boraks

Peringatan HUT ke-22 Provinsi Sulawesi Barat

Nusantarapress.ComTakalar – Sulsel — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar menjadi perhatian setelah empat guru dan Kepala Sekolah UPT SDN 58 Lengkese mengalami keluhan gatal-gatal hingga pembengkakan usai mencicipi menu makanan MBG, Senin (21/9/2026).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Ketua Satgas memerintahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar turun melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) sekaligus mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari dua sampel makanan yang diperiksa, salah satunya, yakni makanan tahu, terindikasi mengandung boraks berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nilal Fauziah, menegaskan temuan tersebut menjadi perhatian serius. Ia memastikan penggunaan zat berbahaya seperti boraks dalam makanan tidak dibenarkan.

«“Dari hasil pemeriksaan laboratorium, salah satu sampel makanan yang kami periksa terindikasi mengandung boraks. Ini tentu tidak boleh terjadi,” tegas dr. Nilal Fauziah.»

Menurutnya, temuan tersebut harus menjadi perhatian seluruh pengelola MBG, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar memperketat pengawasan terhadap bahan makanan sebelum diolah dan disajikan kepada penerima manfaat.

Ia meminta seluruh bahan pangan yang digunakan dipastikan dalam kondisi baik, segar, aman, serta tidak mengandung zat berbahaya.

«“Saya berharap seluruh SPPG di Takalar benar-benar memperhatikan setiap bahan makanan yang akan diolah. Pastikan bahan yang digunakan segar, bebas zat berbahaya, dan memenuhi standar keamanan pangan serta kesehatan yang berlaku. Keselamatan anak-anak dan warga harus menjadi prioritas utama, tidak boleh ada kompromi,” tegasnya.»

Sementara itu, terkait keluhan gatal-gatal dan pembengkakan yang dialami guru dan kepala sekolah, Dinas Kesehatan menyebut gejala tersebut merupakan reaksi alergi. Namun, penyebab spesifik reaksi tersebut masih belum dapat dipastikan, termasuk apakah berkaitan dengan nasi, lauk ayam, tahu, atau komponen makanan lainnya.

Dengan adanya temuan sampel tahu yang terindikasi mengandung boraks, pengawasan terhadap keamanan bahan pangan dalam pelaksanaan MBG dinilai perlu diperketat. Pemerintah Kabupaten Takalar memastikan pengawasan akan terus dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan agar keamanan pangan menjadi perhatian sejak tahap pemilihan bahan, proses pengolahan hingga makanan siap disajikan kepada penerima manfaat.

Program MBG diharapkan tetap berjalan sesuai tujuannya, yakni menyediakan makanan yang bergizi, aman dan sehat bagi seluruh penerima manfaat di Kabupaten Takalar.

Asiska